Saya Memanggilnya "VIRUS"

Ketika melihat judul ini pasti yang anda pikirkan tentang kata “virus” adalah sesuatu yang berbahaya dan dapat menular. Saya mememanggilnya demikian karena memang benda yang saya maksud disini dapat menular.
Benda yang saya sebut virus disini adalah sebuah perangkat selular dengan sistem operasi yang dikembangkan oleh perusahaan asal kanada bernama RIM (Research in Motion). Masyarakat dunia menyebut benda ini dengan nama “Blackberry”. Akan tetapi entah kenapa masyarakat Indonesia lebih banyak yang menyebutnya “BB”. Padahal sepengetahuan saya, dari zaman kapal masih digerakkan dengan menggunakan dayung, BB merupakan singkatan dari “Bau Badan”. 

Oke, kita lupakan apapun nama panggilan untuk benda yang menurut saya sebaiknya dipanggil virus ini, toh bukan itu yang mau saya bahas dipostingan ini.
Terlepas dari apapun panggilannya, fenomena Blackberry di Indonesia sebenarnya membuat banyak berbagai permasalahan.
*Lho kok bisa??
Baiklah untuk awalnya mari kita lihat siapa orang-orang yang paling bisa memaksimalkan Blackberry.
Para pengusaha yang memiki banyak kesibukan dan sulit untuk selalu memantau pekerjaannya karena waktu yang terbatas adalah yang paling bisa memaksimalkan fitur yang dimiliki Blackberry. Bisa menerima email secepat dan semudah menerima sms, memiliki layanan BES yang bisa disinkronisasi dengan para karyawan perusahaan, dan beberapa fitur yang terlalu panjang jika diceritakan disini bisa menjadi maksimal ditangan orang-orang super sibuk seperti para pengusaha, manajer dan sejenisnya. Perusahaan-perusahaan di Kanada, Amerika, ataupun Eropa menggunakan Blackberry sebagai fasilitas untuk memaksimalkan kinerja karyawannya (tentu saja dengan menggunakan BES). Bahkan Presiden Amerika Serikat pun menggunakan handset ini dengan alasan tingkat keamanan yang lebih baik.
(berhubung saya bukan anak IT jadi hanya itu yang saya tau)
Sekarang mari kita tengok fenomena yang ada di Indonesia.
Mayoritas public figure di Indonesia adalah pengguna Blackberry yang akhirnya membuat para anak muda memiliki kesan;
1.      Fans Sinetron Cinta Abadi: “wah kayanya keren nih klo gw pk BB kaya Tengku Wisnu and  Siren Sungkar “,
2.      Anak-anak alay: “w4h..N!k!t4 w!LLy p4k3 BB, @kU ju94 m4u m!nT4 p@p@ unTuK B3L!’in BB 4h”.
3.      ABABIL (Baca: ABG Labil): “uuuuuuuuhhhhh…tadi gua ketemu Tommy Kurniawan,, cakep banget sih dia, gua jd keringat dingin… apalagi dia pake BB..jadi pengen nempel terus sama dia”.  
 
Dan masih banyak lagi kategori pengguna Blackberry di Indonesia selain yang saya sebutkan diatas mulai dari yang menggunakan handset ini dengan tujuan untuk mendapatkan suatu prestige/penghargaan hingga sekedar ikut-ikutan (baca: berusaha eksis).
*Udah?  Gitu doank..??
Sabar…masih ada lagi qo’, (ngaduk kopi).
Ketika menginginkan handset ini, mereka yang merasa orang tua atau dirinya mampu akan langsung membeli handset ini walaupun terkadang masih banyak dari mereka yang gak ngerti apa fungsi lain dari Blackberry selain dengan mendaftar paket BIS Chating dan social networking (paket gaul) dengan biaya Rp45.000-50.000 sebulan untuk buat status (baca: nyampah) di Facebook, Twitter, ataupun Friendster dengan gaya alay.
Kebanyakan yang mereka rasakan hanyalah rasa bangga ketika statusnya ter-update dan muncul logo Blackberry (via Blackberry / Twitter for Blackberry dsb.). Lalu mereka juga meng-update status dengan font-font / animasi / serta smile/emotion yang terkadang tidak bisa terbaca di handset selain Blackberry.
Contoh ;
Status Facebook;  
NurdinGakMauTurun:  Lagi makan mie ayam di atas monas nih, pemandangannya indah banget…jd serasa makan spageti Italy.     
                          via
*Comment:
Basoes Keren   :  din…!!!!  bagi PIN  BB loe donk.
NurdinGakMauTurun :  tau aja loe soes klo gua pake BB.. via inbox ya,  abis ni kita BBMan aja.
Andi Renggang :  pada BBMan ya,,  gw Cuma punya PIN ATM,   hiks..hiks.  😥
*(apa coba hubungan comment si Basoes sama status yang dibuat Nurdin??)
Dari ilustrasi percakapan melalui salah satu jejaring sosial diatas dapat diambil kesimpulan, yaitu; Pengguna non-Blackberry terlihat seperti  manusia yang kehilangan pergaulan dan teman-temannya hanya karena masalah BBM (Blackberry Messenger). Selanjutnya akan timbul dua kemungkinan yang dapat terjadi dari hal tadi.
  1. Pengguna non-Blackberry akan beralih menggunakan Blackberry dengan menggunakan segala cara. Hal ini dapat menimbulkan efek domino yang cukup meresahkan.    Contoh: Kerena ingin eksis dengan menggunakan Blackberry, memaksa orang tua untuk membelikan Blackberry dgn 1001 alasan. Untuk keluarga yang pendapatannya pas-pasan akan menyebabkan banyak masalah. Mulai dari perseteruan anak dan orang tua, berkurangnya asupan gizi akibat pengeluaran yang cukup besar. Menambah beban hidup bulanan karena harus mengeluarkan biaya bulanan untuk paket Blackberry. Interaksi antar anggota keluarga juga akan berkurang karena masing2 telah masuk kedunia mereka sendiri2 melalui Blackberry. Dan masih banyak efek domino lainnya.
  2. Pengguna non-Blackberry tetap tidak menggunakan Blackberry dan secara perlahan akan tersingkir dari pergaulan akibat teman2 yang ia miliki beralih menggunakan Blackberry. Hal ini bisa dikarenakan karena rasa minder ataupun ego dari pribadi masing2.
*Trus opsi mana nih yg banyak dipilih?
Saya juga gak tau opsi mana yang banyak dipilih. Yang pasti apapun pilihannya pasti ada efek negatifnya.
Diluar penjelasan saya yang hanya melulu mendiskreditkan Blackberry dan para penggunanya melalui fenomena yang ada, Blackberry bisa menjadi handset yang cukup memiliki pengaruh positif bagi sebagian orang. Sebenarnya tergantung bagaimana kita memaksimalkannya dan bagaimana kita menyikapinya.
Anda hanya akan dapat menyebutnya virus bila anda telah terkena dampaknya. Bukan hanya karena faktor yang telah saya sebutkan tadi, tetapi masih banyak sekali faktor-faktor diluar hal tersebut.
Yang saya dapat lakukan kini adalah berterimakasih untuk apa yang telah saya miliki dan berusaha untuk memaksimalkannya tanpa terlalu mempedulikan fenomena buruk yang selalu menjadi bahan ejekan diberbagai forum-forum online belakangan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s